Bisakah Hamil Jika Suami Menderita Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi mungkin merupakan hal yang umum pada pria, namun ini bukan merupakan hal yang mudah untuk ditangani.

Ini karena bagi penderita disfungsi ereksi, hal ini merupakan hal yang memalukan dan membuat frustasi, dan secara langsung mempengaruhi percaya diri dan hubungan dengan pasangan.

Namun keadaan akan menjadi lebih pelik, saat pasangan tersebut sedang melakukan program kehamilan.

Untuk dapat menangani masalah disfungsi ereksi ini, hal yang perlu dilakukan adalah mendapatkan informasi yang benar tentang hal ini.

Mengapa Disfungsi Ereksi Merupakan Hal Yang Menakutkan

Disfungsi ereksi adalah keadaan dimana pria tidak memiliki kemampuan untuk mempertahankan ereksi cukup lama, untuk melakukan hubungan seksual.

Dan karena pria penderita disfungsi ereksi tidak mampu melakukan penetrasi dengan baik, peluang kehamilannya menurun.

Kabar baiknya adalah, terdapat solusi untuk hal ini.

Telah ditemukan suplemen pria yang terbuat dari bahan alami dan memiliki kemampuan dalam meningkatkan kualitas ereksi, tanpa memiliki efek samping yang umumnya dimiliki oleh pengobatan yang berkaitan dengan Disfungsi Ereksi.

Yang harus dicatat adalah, disfungsi ereksi umumnya TIDAK berkaitan dengan masalah reproduksi pada pria.

Disfungsi ereksi terjadi karena berbagai macam sebab, diantaranya rendahnya hormon testosteron, masalah dengan peredaran darah, atau diabetes, dan masalah syaraf, semuanya merupakan penyebab yang dapat memberikan andil.

Pengaruh Psikologis Pada Pasangan

Pada kasus dimana pasangan tidak dapat hamil, banyak wanita akan mulai mengkhawatirkan siklus haidnya sementara pria akan mulai mengkhawatirkan performanya diatas ranjang.

Bila pasangan pria merasa tidak mampu menghamili pasangannya karena rendahnya jumlah sperma, disfungsi ereksi atau rendahnya hasrat seksual, ini akan membuatnya merasa rendah diri.

Semua yang berhubungan dengan hubungan badan akan menjadi sebuah kecemasan dalam pikiran dan dapat berujung pada stress yang terjadi tidak hanya pada dirinya, tapi juga pasangannnya, terutama karena topik ini bukanlah hal yang mudah untuk dibicarakan.

Mitos Yang Beredar

Orang umumnya percaya bahwa jumlah sperma yang rendah adalah penyebab dari kasus tidak segera hamil.

Yang perlu diketahui adalah bahwa ada perbedaan yang pasti antara jumlah sperma yang rendah dan kualitas sperma yang rendah.

ANda harus paham bahwa selama kualitas spermanya bagus, sperma masih tetap mampu mencapai sel telur dan membuahinya, meski jumlahnya kurang dibawah standar.

Solusinya

Langkah pertama adalah segera mengkonsultasikan hal ini dengan dokter.

Karena ada banyak faktor psikologis yang mempengaruhi terjadinya disfungsi ereksi, sangat penting untuk mengetahui penyebabnya, untuk menentukan pengobatan yang sesuai.

Disfungsi bukan berarti tidak dapat menghamili.

Penderita disfungsi ereksi masih dapat membuat pasangannya hamil, dengan berbagai cara misalnya:

  • Inseminasi buatan. Dalam hal ini sperma diambil dari pasangan pria, dan disuntikkan kedalam rahim pasangannya secara manual menggunakan alat. Jika kualitas spermanya masih baik, peluang kehamilannya SAMA seperti pasangan yang TIDAK menderita disfungsi ereksi.
  • Bayi Tabung. Umumnya inseminasi buatan akan mendapatkan prioritas utama jika kualitas spermanya baik. Namun jika kualitas spermanya juga tidak bagus, pertimbangan selanjutnya adalah menggunakan metode bayi tabung.

Kesimpulan

Disfungsi ereksi bukanlah hal yang dapat mempengaruhi kehamilan secara langsung, melainkan masalah yang berhubungan pada proses transportasi sperma dari tubuh pasangan pria ke pasangan wanita, lewat hubungan seksual.

Jika sperma dapat ditransferkan tanpa melalui hubungan seksual, kehamilan masih dapat terjadi.

Disfungsi ereksi umumnya adalah masalah psikis, karena itu pengobatan umumnya tidak begitu manjur, kecuali melakukan pengobatan psikis, lewat psikolog.

https://www.praguepost.com/lifestyle/pregnancy-erectile-dysfunction