Benarkah Olah Raga Meningkatkan Hormon Testosteron?

Jika seorang pria dengan kadar testosteron rendah melakukan olah raga, maka hal itu bisa membantu.

Dokter dan pakar fitnes profesional masih dalam fase mempelajari tentang kaitan latihan fisik dan efeknya terhadap testosteron.

Tapi satu hal yang pasti, olah raga harus dilakukan sebagai bagian dari kebiasaan untuk mendapatkan hasil yang baik.

Setelah latihan fisik, kadar hormon testosteron akan naik — tapi tidak akan bertahan lama.

Terkadang setelah 15 menit setelah berolah raga, hormon testosteron meningkat, kadang bisa diatas 1 jam.

Masih kurang begitu jelas apa efek dari peningkatan sementara dari hormon ini, meski olah raga tetap memberikan manfaat lain yang tidak kalah bagus.

Untuk pria yang memiliki kadar hormon testosteron rendah, berolah raga saja mungkn tidak akan menaikan cukup hormon ini untuk merasakan efeknya.

Akan tetapi pada pria yang memiliki kadar hormon testosteron normal atau sedikit dibawah normal, efek olah raga akan jauh lebih terasa.

4 FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Berat badan anda, usia, kebiasaan berolah raga dan waktu anda berolah raga semuanya ikut menentukan.

1. Berat Badan: Bila anda kegemukan, olah raga dapat meningkatkan hormon testosteron dengan membantu anda menurunkan berat badan.Kegemukan adalah masalah yang ikut andil dalam rendahnya produksi hormon ini.

2. Usia:  Pria setengah baya dan lansia mendapatkan kurang begitu banyak stimulasi produksi testosteron setelah olah raga. Meski demikian, olah raga tetap memberikan manfaat untuk usia diatas 35 tahu seperti kesehatan tulang dan otot.

3. Waktu Berolahraga: Level hormon testosteron anda bervariasi sepanjang hari. Kadarnya umumnya paling tinggi di pagi hari dan paling rendah di sore hari.

Penelitian menemukan latihan beban memberikan efek yang lebih baik pada testosteron di sore hari.

Hasilnya, kenaikan hormon testosteron setelah olah raga akan terlihat jauh lebih besar jika anda menjadwalkan olah raga di sore hari setelah bekerja, daripada di pagi hari.

4. Kebiasaan Berolah Raga: Merasa tidak sehat? Bila pria mulai berolah raga, dia akan mendapatkan lonjakan testosteron yang cukup tinggi, meski lebih kecil dibanding mereka yang telah terbiasa melakukannya.

Namun setelah beberapa minggu, tubuh telah terbiasa dengan latihan tersebut.

Pada akhirnya, peningkatan hormon testosteronnya tidak akan sebanyak diawal latihan, saat melakukan jenis latihan yang sama.

SEMUA JENIS LATIHAN MEMILIKI ANDIL

Latihan ketahanan dan latihan beban ( seperti angkat beban ) meningkatkan hormon testosteron sesaat.

Angkat beban dan melatih kekuatan otot memiliki efek yang lebih tinggi pada peningkatan hormon testosteronnya.

Strategi berikut ini bahkan dapat meningkatkan hormon testosteron:

  • Gunakan latihan otot ( Latihan full body memicu lebih banyak hormon testosteron daripada latihan lokal seperti lengan saja atau kaki saja )
  • Pilih angkat beban berat, daripada melakukan repetisi menggunakan beban yang lebih ringan
  • Gunakan waktu istirahat antar latihan sebentar saja
  • Use more muscles. (For instance, a full-body workout affects this hormone more than doing one exercise, such as biceps curls.)
  • Lift heavier weights rather than doing many reps of light weights.
  • Have shorter rest periods during your workout.

Namun, rencana latihan sebaiknya tetap dibuat dengan menyertakan kardio dan latihan fleksibilitas, untuk membantu kesehatan secara umum.

Namun, melakukan latihan secara berlebih dapat memberikan efek negatif pula.

Para atlit profesional atau atlit amatir yang kelewat bersemangat latihan, terkadang mendapati kadar hormon testosteron mereka menurun, yang mana merupakan tanda bahwa mereka telah melukai tubuh mereka sendiri.

Hasilnya, mereka akan mendapati hormon testosteronnya menurun sementara hormon kortisolnya ( hormon pemicu stress ) naik.

Tingginya hormon kortisol sering dikaitkan dengan menurunnya kadar hormon testosteron.

Tanda seorang pria berlatih terlalu parah diantaranya:

  • Rasa sakit yang berlebihan
  • Kesulitan untuk memulihkan diri dari latihan
  • Susah tidur dan beristirahat
  • Hilangnya kemampuan dan tenaga

Dianjurkan untuk mendapatkan waktu istirahat yang cukup di setiap sesi latihan dan mengkonsumsi makanan yang cukup untuk mengembalikan nutrisi dan cairan yang hilang selama latihan.