Efek Selenium Pada Kesuburan Pria

Selenium merupakan mineral yang penting untuk berbagai fungsi tubuh.

Mineral ini diperlukan untuk memproduksi hormon tiroid, karena itu sangat diperlukan untuk kesehatan metabolisme.

Selenium juga diperlukan untuk memproduks antioksidan dalam tubuh, yang disebut glutathione peroxidase.

Antioksidan ini digunakan organ hati untuk mendetoksifikasi racun didalam tubuh.

Selenium benar-benar merupakan antioksidan yang kuat dan dapat membantu melindungi DNA didalam sel manusia dari bahaya.

Dalam hal ini, selenium sangat berperan pada perlindungan sel sperma pada pria.

Sebuah studi terkini menemukan pria yang menerima asupan suplemen antioksidan, memiliki peluang lebih besar dalam membuat pasangan wanitanya hamil.

Lebih spesifik lagi, studi menemukan pasangan pria yang menerima asupan antioksidan memiliki peluang 4x lebih besar daripada pria yang kekurangan antioksidan.

Antioksidan yang digunakan pada penelitian ini termasuk selenium, magnesium, zinc, carnitine, vitamin B, C dan E.

Sel sperma sangat sensitif terhadap efek perubahan kimia dan racun didalam tubuh,

Sperma membutuhkan waktu sekitar 74 hari sampai 90 hari untuk terbentuk, dan pria secara terus menerus memproduksi sel sperma baru setiap hari.

Faktanya, pria muda memproduksi lebih dari 4 juta sel sperma per jam pada organ testis.

Mungkin terdengar sangat banyak.

Karena sel sperma tumbuh dan membelas begitu cepatnya, mereka sangat sensitif dan mudah rusak oleh racun dalam tubuh.

SELENIUM MEMBANTU MENCEGAK RUSAKNYA DNA PADA SEL

Bagaimana DNA didalam sel sperma bisa rusak?

Rusaknya DNA didalam sel dalam tubuh ( tidak hanya sel sperma ) kebanyakan disebabkan oleh radikal bebas.

Pria dengan kadar DNA sperma rusak memiliki kandungan radikal bebas yang tinggi didalam cairan mani / cairan semennya.

Kerusakan radikal bebas disebabkan oleh radiasi, paparan kimia, pola makan yang buruk, kurangnya kandungan antioksidan didalam makanan, serta kekurangan nutrisi.

Gabungan dari paparan kimia dan kekurangan nutrisi, memberikan efek paling parah.

Apabila seorang pria memakan makanan yang tinggi kandungan vitamin, mineral dan asam lemak, mineral ini akan sangat membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan.

Termasuk sel sperma.

Menariknya, kerusakan DNA pada sel sperma juga bisa dijadikan pertanda adanya kerusakan DNA pada sel tubuh yang lain.

Pria yang berusia diatas 40 tahun memiliki kadar kerusakan DNA yang lebih tinggi pada spermanya.

Keruskaan DNA sering disebut sebagai DNA Fragmentation, dan hal ini dapat diukur dengan sebuah test yang dinamakan DNA FRAGMENTATION INDEX.

Semakin manusia menua, semakin dia terpapar pada kimia yang ada di lingkungan dan udara.

Kimiawi ini akan masuk kedalam tubuh dan terakumulasi sepanjang waktu.

Pria dengan kadar kerusakan DNA yang tinggi pada sel spermanya, cenderung akan mengalami masalah ketidaksuburan.

Untungnya, kerusakan DNA pada sel sperma ini dapat diperbaiki dengan perubahan pola makan sehat dan gaya hidup sehat, termasuk penggunaan bantuan suplemen seperti suplemen selenium.

Faktor yang dapat menyebabkan rendahnya jumlah sperma dan tingginya jumlah sel sperma yang memiliki wujud tidak wajar, sering disebabkan karena DNA sel sperma yang rusak.

EFEK SELENIUM PADA KESUBURAN PRIA

Mineral ini adalah mineral yang paling penting didalam kesuburan pria ( selain zinc ).

Selenium melindungi DNA didalam sel dari kerusakan, karenanya dia melindungi DNA didalam sel sperma dari kerusakan.

Penelitian menunjukan selenium meningkatkan kesehatan sel leydig didalam testis, yang mana merupakan sel yang memproduksi hormon testosteron.

Hal ini dapat sangat memberikan efek yang sangat baik pada peningkatan kualitas sperma.

Selenium juga membantu mengurangi resiko keguguran.

Jumlah optimal asupan selenium perhari adalah 200mcg.

Selenium bekerja sempurna bila dikombinasikan dengan vitamin E, vitamin C dan Zinc, dan tersedia dalam bentuk suplemen tablet.

https://www.cabothealth.com.au/selenium-and-sperm/