Pengaruh Makanan Pada Kesuburan Pria

Sering kita dengar kata-kata seprti “Anda adalah apa yang anda makan”.

Tapi apakah kesuburan pria dan kualitas spermanya dipengaruhi oleh oleh apa yang dimakan suami?

Jawabannya adalah YA, makanan sangat mempengaruhi kualitas sperma dan kesuburannya.

Satu dari enam pasangan yang memiliki masalah dalam program kehamilannya, sekitar separuhnya disebabkan oleh kualitas sperma yang kurang baik.

Dan ya, masalah dengan kualitas sperma ini sering dikaitkan dengan apa yang dimakan oleh pasangan pria yang bersangkutan beserta gaya hidupnya.

Meski jumlah dari sel sperma yang diproduksi oleh testis tidak banyak dipengaruhi oleh apa yang dimakan, akan tetapi “kesehatan” dan “kualitas” dari semua sel sperma tersebut sangat dipengaruhi oleh jenis makanan yang dimakan.

Jumlah sel sperma umumnya ditentukan oleh seberapa banyak sel benih – yang nantinya akan menjadi sel sperma – bermigrasi menuju testis pria sebelum dikeluarkan lewat ejakulasi.

Apa yang pria makan atau minum, dapat mempengaruhi bagaimana kinerja dan performa dari sel sel ini, termasuk bagaimana peluangnya untuk dapat selamat di perjalanan didalam organ reproduksi wanita sebelum mencapai sel telur.

Juga bagaimana kemampuannya dalam tumbuh menjadi janin yang sehat dan tumbuh sehat didalam rahim, karena kualitas sel sperma yang kurang bagus, akan menghasilkan janin yang kurang kuat dan rentan keguguran pula.

DNA RUSAK PADA SPERMA

Bagaimana sel sperma berenang, disebut dengan “Motilitas”.

Pada pria yang subur, setidaknya 25% dari semua sel sperma yang dikeluarkan harus memiliki pergerakan yang agresif – atau bergerak cukup cepat ke arah yang benar menuju sel telur.

Motilitas atau daya renang yang rendah, adalah tanda dari DNA yang rusak, disebabkan oleh radikal bebas.

DNA yang rusak pada beberapa sel sperma sebenarnya adalah hal yang wajar pada manusia, akan tetapi jika kerusakannya massive atau menyerang sebagian besar ( lebih dari 75%) sel spermanya, hal ini akan menyebabkan ketidaksuburan pada pria.

Jika lebih dari 20% sel sperma yang dikeluarkan suami mengalami kerusakan DNA, peluang terjadinya kehamilan akan menurun secara signifikan.

Dan meski terjadi kehamilan, resiko terjadinya keguguran akan meningkat 3x – 4x lebih tinggi.

Kerusakan genetik seperti ini, juga akan diturunkan ke anak yang dilahirkan, yang mana nantinya anaknya juga berpeluang memiliki masalah sperma yang sama dengan orang tuanya.

Meski makanan bukan hanya satu-satunya faktor yang mempengaruhi kerusakan DNA – usia adalah faktor lain yang ikut memberi andil.

53% dari pria yang mengalami ketidaksuburan setidaknya mengalami kekurangan nutrisi yang berakibat pada kualitas sperma dan potensi kesuburannya.

MENDAPATKAN NUTRISI YANG TEPAT

Dokter menyarankan agar mereka – para pasangan yang sedang melakukan program kehamilan, harus sadar dan mulai memikirkan tentang pola makan dan dietnya, bukan hanya mereka yang mengalami kesulitan hamil saja.

Makanan seperti buah dan sayur, sangat penting karena kandungan antioksidan nya, yang mana mencegah radikal bebas dalam menyerang DNA dari sel sperma yang sedang terbentuk.

Ini bukan tentang memakan makanan tertentu, tapi tentang melengkapi pola makan secara keseluruhan.

Banyak vitamin dan mineral seperti vitamin C, vitamin E, ZINC dan Selenium sangat dibutuhkan untuk produksi sel sperma yang sehat.

Karena itu mendapatkan nutrisi yang lengkap sangat penting.

Jika anda memiliki pola makan dan diet yang lengkap, anda akan mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkan.

Jangan melakukan kesalahan dengan HANYA mengandalkan satu atau dua jenis makanan selama program kehamilan.

MULTIVITAMIN DAN KESUBURAN

Ada beberapa kasus dimana pola makan dan gaya hidup sehat saja tidak cukup.

Satu dari 8 orang memiliki enzim yang disebut dengan MTHFR, yang mana tubuh mereka memiliki kesulitan dalam menyerap vitamin, asam folat dan mineral dari makanan mereka, bagaimanapun sehatnya pola hidup mereka.

Kekurangan asam folat, disertai rendahnya asupan vitamin B6 dan vitamin B12, dikaitkan dengan kerusakan DNA pada sel sperma dari meningkatnya zat kimia bernama homocysteine didalam tubuh.

Akan tetapi bila seorang pria tidak dapat menyerap asam folat dari makanan seperti sayuran hijau, suplemen dapat menjadi alternatif.

Asupan multivitamin yang berkualitas, akan menyediakan cukup asam folat, dan 2 bulan adalah waktu yang cukup untuk mengembalikan dari kerusakan DNA nya.

Untuk memaksimalkan kesuburan secara menyeluruh menggunakan suplemen, pilih suplemen yang juga mengandung zinc, selenium, vitamin C, vitamin E dan co-enzyme Q.

Namun perlu diingat, diet dan pola makan yang salah juga bisa berakibat kegemukan yang juga memiliki kontribusi pada ketidaksuburan itu sendiri.

50% – 70% pria usia produktif saat ini menderita kegemukan atau obesitas.

Ada banyak alasan dan penyebab mengapa para pria ini mengalami ketidaksuburan, akan tetapi rendahnya nutrisi yang didapatkan dari mengkonsumsi makanan cepat saji atau makanan olahan pabrik, adalah salah satu penyebabnya.

Karena itulah, memakan makanan alami adalah hal terbaik yang bisa dilakukan.

ALKOHOL DAN SPERMA

Tentu saja makanan bukan satu-satunya hal yang kita masukan kedalam tubuh.

Alkohol dan rokok juga memiliki andil tersendiri dalam kasus ketidaksuburan.

Saat pria mengkonsumsi alkohol atau merokok, maka potensinya dalam menurunkan kualitas sperma dan kesuburannya secara umum sangat besar.

Alkohol mempengaruhi kualitas sperma dengan meningkatkan produksi hormon estrogen ( hormon kewanitaan ), sekaligus meracuni sel didalam testis.

Meski kita kadang tidak melihat alkohol sebagai sebuah racun, minuman beralkohol dapat beracun dalam dosis tinggi.

Merokok disinyalir adalah penyebab dari 13% ketidaksuburan.

Dimana darah mengalir, disanalah racun dari rokok dan alkohol mengalir pula.

Jadi saat sel sperma diproduksi dan tumbuh matang, mereka tumbuh di area yang beracun atau organ yang kurang berfungsi optimal.

Sel sperma yang dihasilkan juga akan sangat tidak berkualitas.

Dan meski sel sperma ini PUN dapat berkembang menjadi janin dan bayi, anak tersebut akan memiliki daya tahan tubuh yang rendah, dan mudah terserang masalah kesehatan 4x lebih besar.

YANG PERLU DIPERHATIKAN

Intinya, pola makan yang sehat dan menjaga tubuh dari kebiasaan buruk yang mempengaruhi kesuburan, adalah kunci untuk memaksimalkan kesuburan.

Dan bicara tentang pola makan dan kesehatan sperma, pria lebih beruntung daripada wanita.

Ini karena pria selalu memproduksi sel sperma setiap hari, dan memperbaiki pola makan dan gaya hidup sehat akan mempengaruhi produksi spermanya di hari-hari, minggu dan bulan selanjutnya.

Dengan demikian, potensi terjadinya kehamilan akan semakin tinggi setiap harinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *