Oligoszoopermia, Penyebab Dan Cara Mengatasinya

Ada banyak masalah sperma yang diderita pihak suami, dan setiap masalah ini secara pasti ikut memberi andil menurunkan kualitas program kehamilan anda.

Tidak banyak pasangan yang benar-benar menyadari, pentingnya menjaga kualitas sperma untuk program kehamilan yang sukses.

Baik karena merasa subur karena sebelumnya sebelumnya sudah pernah punya anak, atau karena merasa malu untuk melakukan cek analisa sperma ke lab.

Akibatnya, masalah sperma yang dihadapi tidak pernah diketahui sementara program hamilnya tidak pernah berhasil sampai saat ini.

Dan dari semua masalah sperma yang mengganggu kesuburan pria, oligospermia merupakan salah satu masalah sperma yang paling umum.

Apa Itu OLIGOZOOSPERMIA

Oligozoospermia merupakan masalah kesuburan yang ditandai dengan rendahnya jumlah sel sperma didalam cairan sperma.

Aspek kesehatan dan masalah seksual para suami yang mengalami hal ini hampir serupa.

Ini termasuk diantaranya kurangnya kemampuan untuk menjaga ereksi, serta kurangnya memproduksi cairan sperma saat orgasme

Jumlah sel sperma didalam cairan sperma saat ejakulasi bisa berbeda sepanjang hidup.

Jumlah sel sperma yang sehat dan mencukupi didalam cairan sperma penting untuk kesuburan.

World Health Organization atau WHO mengklasifikasikan jumlah sel sperma pada dan diatas 15 juta sel sperma per mililiter (mL) adalah jumlah yang wajar.

Semua jumlah yang berada dibawah batas tersebut, dikategorikan sebagai Oligozoospermia, dan terbagi menjadi 3 kategori tingkat keparahan:

  • Oligozoospermia ringan, jumlah sel sperma 10 – 15 juta /mL
  • Oligozoospermia sedang, jumlah sel sperma antara 5 – 10 juta /mL
  • Oligozoospermia parah, jumlah sel sperma dibawah 5 juta /mL

Masih kurang jelas diketahui seberapa banyak sel sperma yang dimiliki pasangan suami didalam cairan spermanya.

Ini karena pada umumnya, tidak setiap orang mau dan menyadari untuk melakukan test analisa spermanya sendiri.

Hanya mereka yang benar-benar telah dalam kesulitan dalam membuat istrinya hamil, baru mau melakukan tes analisa sperma, dan pada saat itupun kasusnya sudah terbilang parah.

Penyebab

Beberapa kondisi dan faktor gaya hidup dapat meningkatkan seorang pria terkena Oligozoospermia

Varikokel

Membengkaknya pembuluh darah pria pada skrotum dapat mengganggu aliran darah menuju testis.

Peningkatan suhu testis juga dapat memberi pengaruh negatif pada produksi sel sperma.

Sekitar 40% pria dengan jumlah sel sperma atau kualitas sel sperma yang rendah, disebabkan karena hal ini.

Infeksi

Virus seperti infeksi menular yang ditularkan lewat hubungan seksual juga dapat menurunkan kualitas dan jumlah sel sperma didalam cairan semen.

Masalah Ejakulasi

Meski banyak penderita oligozoospermia umumnya tidak memiliki masalah ejakulasi, beberapa masalah ejakulasi dapat menurunkan jumlah sel sperma.

Ejakulasi retrograde merupakan salah satunya.

Ini terjadi, saat cairan semen tidak keluar melalui penis, akan tetapi masuk kedalam kandung kemih.

Hal lain yang mungkin dapat ikut memberi masalah ejakulasi antara lain:

  • Kecelakaan
  • Tumor
  • Kanker
  • Operasi

Pengobatan

Antibiotik, dan obat tekanan darah dapat menyebabkan masalah ejakulasi dan mengurangi jumlah sperma.

Masalah Hormon

Otak dan testis memproduksi hormon yang bertanggung jawab pada ejakulasi dan produksi sel sperma.

Perubahan dan ketidakseimbangan pada hormon ini dapat menurunkan jumlah sel sperma yang diproduksi.

Paparan Kimia dan Metal

Pestisida, pembersih kimia, dan material lukis merupakan sedikit dari kimiawi yang dapat memberi andil dalam penurunan produksi sel sperma.

Paparan metal juga dapat memberikan efek seperti ini.

Testis Yang Panas

Terlalu sering duduk, meletakkan laptop di pangkuan dan memakai celana terlalu ketat dapat memberi andil pada pemanasan testis.

Peningkatan temperatur disekitar testis dapat menurunkan produksi sel sperma meski tidak permanen.

Masih belum jelas diketahui akibat jangka panjang dari hal ini.

Penggunaan Obat Dan Alkohol

Penggunaan beberapa obat terlarang seperti mariyuana dan kokain, dapat menurunkan produksi sel sperma.

Kebiasaan minum alkohol yang berlebihan, juga memberikan akibat yang sama.

Pria yang memiliki kebiasaan merokok, juga umumnya memiliki jumlah produksi sel sperma yang lebih rendah dari pria yang tidak merokok.

Masalah Berat Badan

Terlalu gemuk atau obesitas meningkatkan resiko penurunan produksi sel sperma dalam beberapa hal.

Berat badan berlebih dapat secara langsung menurunkan seberapa banyak sel sperma yang diproduksi didalam tubuh.

Masalah berat badan, juga mempengaruhi produksi hormon, terutama testosteron, salah satu hormon yang bertanggung jawab pada produksi sel sperma.

Bagaimana Oligozoospermia Mempengaruhi Kesuburan?

Beberapa pria dengan masalah oligozoospermia masih dapat membuat pasangannya hamil meski dengan jumlah sel sperma yang sedikit.

Meski demikian, pembuahan akan sulit terjadi.

Dibutuhkan lebih banyak percobaan untuk penderita oligozoospermia menghamili pasangannya, daripada pria yang tidak mengalami masalah ini.

Meski demikian, terdapat pula pasangan yang tetap bisa menghamili pasangannya meski menderita Oligozoospermia.

Ini dapat terjadi meski kuantitas sel spermanya sedikit, kualitasnya masih sangat bagus.

Beberapa sumber masalah umum oligozoospermia pada pria, juga meningkatkan resiko lain pada kesuburan pria, termasuk masalah motilitas sel sperma.

Motilitas sperma merupakan ukuran untuk mengetahui seberapa aktif dan seberapa sel sperma dapat berenang dengan baik didalam cairan semen.

Motilitas yang tidak normal berarti sel sperma tidak dapat bergerak cukup baik untuk mencapai sel telur.

Sel sperma juga bergerak dengan pola yang tidak wajar, yang mana menghambatnya untuk membuahi sel telur.

Solusi Dari Rumah

Pria dengan oligozoospermia mungkin bisa meningkatkan peluangnya untuk menghamili pasangannya dengan beberapa teknik berikut :

Berhubungan Badan Lebih Sering

Jika anda ingin hamil, meningkatkan kuantitas hubungan badan dapat membantu meningkatan peluang kehamilannya, terutama jika hal ini dilakukan saat masa subur atau mendekati ovulasi.

Mentrack Ovulasi

Melakukan hubungan badan saat ovulasi sangat meningkatkan peluang kehamilan, oleh karena itu bekerjasamalah dengan pasangan untuk mencari waktu terbaik dan tersubur untuk berhubungan.

Jangan Menggunakan Lubrikasi

Beberapa lubrikasi atau pelicin dapat mengurangi pergerakan sperma dan mencegah sperma dalam mencapai sel telur.

Jika memang anda dan pasangan membutuhkan lubrikasi, pilih lubrikasi yang aman atau sesuai anjuran dokter anda.

Pengobatan

Pengobatan dapat membantu meningkatkan jumlah sperma dan kualitasnya, dimana jenis pengobatannya termasuk diantaranya:

Operasi

Varikokel umumnya membutuhkan pembedahan, dimana pada prosesnya dokter akan menutup aliran darah yang tersumbat dan mengalirkannya ke saluran darah yang lain yang lebih sehat.

Pengobatan

Pengobatan termasuk diantaranya antibiotik, dapat mengatasi infeksi dan peradangan.

Pengobatan ini mungkin tidak akan meningkatkan jumlah sel spermanya, akan tetapi mencegah penurunan jumlah yang lebih parah.

Perubahan Gaya Hidup

Menurunkan berat badan dan menjaga berat badan ideal, dapat membantu meningkatkan jumlah produksi sel sperma.

Stop penggunaan obat terlarang, alkohol dan rokok untuk meningkatkan jumlah spermanya.

Terapi Hormonal

Beberapa jenis pengobatan, suntikan dan perubahan gaya hidup dapat membantu mengembalikan keseimbangan hormon ke level yang lebih sehat.

Saat hormon seimbang, jumlah sel sperma meningkat.

Bayi Tabung

Umumnya dilakukan sebagai cara terakhir, jika memang anda memiliki dana dan cara lain sudah tidak dapat dilakukan, anda bisa mencoba menggunakan metode bayi tabung.

KESIMPULAN

Jumlah sel sperma yang rendah menurunkan peluang anda untuk hamil secara alami dengan pasangan anda.

Akan tetapi hal ini bukan hal yang mutlak.

Banyak pria yang menderita oligozoospermia masih dapat menghamili pasangannya meski memiliki jumlah sel sperma yang sedikit.

Umumnya hal ini dikarenakan meski jumlahnya sedikit, akan tetapi kualitasnya ( bentuk dan daya renangnya ) masih sangat baik.

Kunjungi dokter anda untuk mendapatkan pilihan dan opsi terbaik agar cepat hamil, sesuai tingkat keparahan oligozoospermia pasangan anda,

Anda, juga dapat menggunakan suplemen khusus penderita oligozoospermia untuk melakukan terapi dirumah secara mandiri.

https://www.healthline.com/health/mens-health/oligospermia#outlook´╗┐

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *